<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="58575">
 <titleInfo>
  <title>PENGURANGAN RISIKO MUSCULOSKELETAL DISORDERS PADA AREA MESIN LASER PERFORATOR DI PERUSAHAAN ROKOK MENGGUNAKAN OWAS DAN QFD</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Azwir Hery Hamdi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Semarang</placeTerm>
   <publisher>Universitas Diponegoro</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Artikel Jurnal</form>
  <extent>hlm : 177-188</extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>J@TI : Jurnal Teknik Industri</title>
 </relatedItem>
</mods>
<note>Di dalam perusahaan produksi rokok ini terdapat sebuah mesin laser perforator. Setelah pemasangan mesin laser perforator 50 timbul masalah yang berhubungan dengan gangguan muskuloskeletal. Saat dilakukan wawancara, operator mengeluhkan adanya nyeri punggung bawah  karena penanganan material dilakukan secara manual. Setelah dilakukan analisis dengan metode OWAS pada dua kegiatan bongkar muat ditemukan masalah yang berhubungan dengan gangguan muskuloskeletal. Dari hasil analisis ditemukan bahwa aktivitas pemuatan (loading) dikategorikan sebagai tindakan korektif 3 artinya postur tubuh berpengaruh sangat merugikan pada sistem muskuloskeletal, sedangkan kegiatan pembongkaran (unloading) termasuk tindakan korektif 2 yang tidak berpengaruh nyata terhadap sistem muskuloskeletal. Selain itu, analisis gaya tekan dilakukan hanya untuk aktivitas pembebanan terhadap gaya tekan total yang bekerja pada L5/ S1. Gaya tekan untuk aktivitas pembebanan adalah 7.186,22 Newton atau lebih dari dua kali lipat dari batas aman maksimum 3.400 Newton. Perbaikan dilakukan dengan menggunakan metode QFD. Sebagai solusinya adalah dibuat troli. Troli tersebut mampu mereduksi gaya tekan total pada aktivitas pembebanan menjadi 3.180,52 Newton dan berhasil mengubah menjadi kategori tindakan korektif 1.</note>
<note type="statement of responsibility"></note>
<subject authority="">
 <topic>Teknik Industri</topic>
</subject>
<classification>J@TI</classification>
<identifier type="isbn">19071434</identifier>
<location>
 <physicalLocation>Perpustakaan Teknik UPI YAI </physicalLocation>
 <shelfLocator>J@TI V16N3 September 2021</shelfLocator>
 <holdingSimple>
  <copyInformation>
   <numerationAndChronology type="1">J@TI6-004</numerationAndChronology>
   <sublocation>Perpustakaan FT UPI YAI</sublocation>
   <shelfLocator>J@TI V16N3 September 2021</shelfLocator>
  </copyInformation>
 </holdingSimple>
</location>
<slims:image>JTI.jpg.jof%25281%2529.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>58575</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-20 10:27:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-01-13 10:47:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>