<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="58576">
 <titleInfo>
  <title>PENJADWALAN DISTRIBUSI BBM UNTUK SELF PROPELLED OIL BARGE (SPOB) BERBASIS METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yulihartanto Pitarsono</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Semarang</placeTerm>
   <publisher>Universitas Diponegoro</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Artikel Jurnal</form>
  <extent>hlm : 189-198</extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>J@TI : Jurnal Teknik Industri</title>
 </relatedItem>
</mods>
<note>Pelaksanaan kegiatan operasional di area offshore pada perusahaan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi membutuhkan bahan bakar yang cukup banyak. Bahan bakar ini sebagian besar digunakan untuk mobilisasi berbagai jenis kapal sebagai fuel object dan operasional harian proses produksi. Terdapat beberapa kriteria umum yang menjadi dasar penjadwalan pengisian BBM, namun setiap koordinator berhak menyusun penjadwalan berdasarkan pengalaman dan subjektifitas masing-masing. Oleh karena itu jadwal yang disusun antar koordinator bisa sangat berbeda, agar memiliki standar yang seragam maka sangat diperlukan suatu metode yang terstruktur dengan kriteria standar dalam pengambilan keputusan penyusunan penjadwalan pengisian BBM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kriteria apa saja yang menjadi dasar pertimbangan dalam penjadwalan pengisian BBM dan mengembangkan suatu sistem agar keputusan penjadwalan yang diambil bisa terukur dan dipertanggungjawabkan dengan baik. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah rating approach Analytical Hierarchy Process (AHP), sedangkan pengelompokan kapal (klaster) yang akan diisi menggunakan metode hierarki agglomerative, complete linkage dengan euclidean distance. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa area kerja akan dibagi menjadi 3 klaster dengan jumlah SPOB sebanyak 3.  Selanjutnya kriteria yang dijadikan dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan penjadwalan pengisian BBM adalah  fuel remaining day fuel object, prioritas operasi, akses menuju fuel object dan jarak SPOB dengan fuel object. Berdasarkan analisis implementasinya, metode penjadwalan dengan menggunakan rating approach AHP dapat memberikan jadwal yang konsisten, terukur,bisa dipertanggungjawabkan, dan sangat mudah diimplementasikan serta dapat menghindari terjadinya perbedaan penjadwalan (subjektivitas) antar koordinator.</note>
<note type="statement of responsibility"></note>
<subject authority="">
 <topic>Teknik Industri</topic>
</subject>
<classification>J@TI</classification>
<identifier type="isbn">19071434</identifier>
<location>
 <physicalLocation>Perpustakaan Teknik UPI YAI </physicalLocation>
 <shelfLocator>J@TI V16N3 September 2021</shelfLocator>
 <holdingSimple>
  <copyInformation>
   <numerationAndChronology type="1">J@TI6-005</numerationAndChronology>
   <sublocation>Perpustakaan FT UPI YAI</sublocation>
   <shelfLocator>J@TI V16N3 September 2021</shelfLocator>
  </copyInformation>
 </holdingSimple>
</location>
<slims:image>JTI.jpg.jof%25281%2529.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>58576</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-20 10:30:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-01-13 10:47:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>