<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="58952">
 <titleInfo>
  <title>Analisis Balik Galian Dalam dengan Metode Konstruksi Top Down Menggunakan Analisis Elemen Hingga 2-Dimensi dan 3-Dimensi</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Chou Vinna Fransiska</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>ITB Press</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Artikel Jurnal</form>
  <extent>hlm : 37-48</extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>Jurnal Teknik Sipil : Journal of Civil Engineering</title>
 </relatedItem>
</mods>
<note>Abstrak&#13;
&#13;
Kasus galian dalam perlu mendapat perhatian khusus terkait defleksi dinding dan deformasi tanah yang dipicu akibat galian dalam itu sendiri. Defleksi dinding maupun deformasi tanah yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan pada struktur sekitarnya. Untuk memverifikasi performa maupun keamanan pekerjaan galian dalam dapat dilakukan analisis balik. Penelitian ini berfokus pada analisis balik terhadap pekerjaan galian dalam pada salah satu bangunan perkantoran tersohor di Indonesia. Galian ini menggunakan metode konstruki top-down dengan dinding diafragma berdiameter 0,8m sebagai sistem penahan. Melalui penelitian ini, diketahui bagaimana jika parameter hasil analisis balik dengan metode elemen hingga 2-Dimensi digunakan dalam analisis 3-Dimensi. Analisis menggunakan model material Hardening Soil dan analisis balik mengacu kepada hasil pengukuran inklinometer. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa analisis 3-Dimensi memberikan hasil defleksi dinding dan deformasi tanah yang underestimated dibandingkan dengan analisis 2-Dimensi. Hal ini disebabkan oleh efek 3-Dimensi yang berperan signifikan. Jika dilakukan iterasi parameter agar diperoleh hasil defleksi dinding yang sesuai antara analisis 3-Dimensi dengan hasil pengukuran lapangan, nilai modulus tanah perlu direduksi hingga 80% pada kasus ini. Artinya, nilai modulus tanah menjadi parameter yang berperan penting dalam memprediksi besarnya defleksi dinding akibat galian. Selain itu, besarnya defleksi dinding dan deformasi tanah juga dipengaruhi oleh faktor kedalaman galian.</note>
<note type="statement of responsibility"></note>
<subject authority="">
 <topic>Teknik Sipil</topic>
</subject>
<classification>JTS</classification>
<identifier type="isbn">08532982</identifier>
<location>
 <physicalLocation>Perpustakaan Teknik UPI YAI </physicalLocation>
 <shelfLocator>JTS V29N1 April 2022</shelfLocator>
 <holdingSimple>
  <copyInformation>
   <numerationAndChronology type="1">JTS6a-004</numerationAndChronology>
   <sublocation>Perpustakaan FT UPI YAI</sublocation>
   <shelfLocator>JTS V29N1 April 2022</shelfLocator>
  </copyInformation>
  <copyInformation>
   <numerationAndChronology type="1">JTS6b-004</numerationAndChronology>
   <sublocation>Perpustakaan FT UPI YAI</sublocation>
   <shelfLocator>JTS V29N1 April 2022</shelfLocator>
  </copyInformation>
 </holdingSimple>
</location>
<slims:image>JTS_.png.png</slims:image>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>58952</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-02-02 14:28:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-02-02 14:28:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>